Peran
Pendidikan Biologi dalam Education for Sustainable Development (EfSD)
![]() |
| Sumber:https://twitter.com/biosferfkipuns |
Manusia
dengan segala aktivitasnya semakin lama semakin mengubah penampakan bumi,,mulai
dari peningkatan suhu yang semakin lama semakin tinggi, jumlah sampah non
degradable yang semakin menumpuk, pencemaran terjadi dimana-mana dan lain-lain.
Melihat hal tersebut perlu adanya
pengenalan megenai konsep keberlanjutan. Salah satunya dengan penerapan
Education for Sustainable Development (EfSD). Menurut KPN (2010), Education for Sustainable
Development (EfSD) atau pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan adalah
pendidikan yang menyisipkan wawasan yang luas dan futuristik tentang lingkungan
global yang untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar berkonstribusi
dalam pengembangan berkelanjutan dimasa sekarang dan masa yang akan datang
(Rahman, Heriyanti, & Ekanara, 2019:1). EfSD memiliki tiga pilar yang
saling berkaitan yaitu :
1. Pilar
sosial adalah pilar yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang institusi
sosial dan peran mereka dalam perubahan dan pengembangan, untuk mempromosikan
keadilan sosial, kesetaraan gender, hak asasi manusia, sistem demokrasi dan
partisipatif, dan perawatan kesehatan (HIV/AIDS).
2. Lingkungan
atau ekologi adalah pilar yang bertujuan meningkatkan tingkat sumber daya dan
kerapuhan fisik, pengaruh aktivitas manusia terhadap lingkungan, perubahan
iklim, perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
3. Ekonomi
adalah pilar yeng bertujuan menciptakan kepekaan terhadap potensi dan batas
pertumbuhan ekonomi, dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan, konsumsi
yang bertanggung jawab dan bekelanjutan, dan pembangunan pedesaan (Tristananda,
2018:45)
Pendidikan
dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan, karena melalui cara ini persepsi,
perilaku, dan sikap akan berubah. Konsep Education for Sustainable Development
(EfSD) muncul sebagai jawaban untuk mencapai pembangunan yang dicita-citakan.
Konsep ini melibatkan semua pihak secara global untuk memeberikan konstribusi
dan perubahan ke arah yang lebih baik (DESD, 2012;Sutanto, 2012:321)
Pendidikan
biologi merupakan salah satu progam studi yang ikut berkontribusi dalam
pendidikan untuk pembanguanan berkelanjutan. Dari disiplin ilmunya yaitu
biologi, yang merupakan ilmu yang mempelajari segala kehidupan yang ada di bumi
ini. Sebagai mahasiswa baru yang menempuh pendidikan di progam sutdi pendidikan
biologi di Universitas Sebelas Maret Surakarta, telah banyak sekali progam dan
kegiatan pembelajaran yang mendukung adanya keberlanjutan sehingga
pemanfaatannya bukan hanya untuk saat ini namun juga untuk masa mendatang. Beberapa
konstribusi Pendidikan Biologi dalam EfSD adalah :
1. Penanaman
tumbuhan diawal perkuliahan
Progam pertama yang saya lakukan adalah
penanaman tumbuhan yang di tanam di dalam pot-pot. Dari progam ini mahasiswa di
wajibkan menanam satu tumbuhan yang nantinya akan diletakkan di koridor-koridor
kelas. Penanaman tumbuhan ini bertujuan untuk melihat seberapa telatennya
mahasiswa dalam merawat tumbuhannya masing-masing. Selain itu juga dapat
menambah hijau dan sebagai hiasan koridor-koridor kelas.
2. Penerapan
progam less paper
Terdapat mata kuliah kuliah yang
menerapkan progam less paper dalam pengerjaan tugas-tugasnya. Pengerjaan
tugas akan menggunakan SPADA UNS atau Sistem Pembelajaran Daring (Dalam
Jaringan) Universitas Sebelas Maret. Sehingga mahasiswa yang ingin mengumpulkan
tugasnya, mahasiswa tersebut hanya mengupload softfile tugasnya di SPADA UNS.
Penggunaan sistem ini dapat menekan penggunaan kertas oleh mahasiswa.
3. Tugas
mengamati keadaan lingkungan secara langsung
Tugas ini diberikan oleh dosen Ilmu
Lingkungan yang mewajibkan mahasiswanya untuk melihat realita keadaan
lingkungan saat ini secara langsung. Mahasiswa diwajibkan mencari satu kasus
alih fungsi lahan hijau yang saat ini sedang masif terjadi. Dalam pencarian
tersebut, mahasiswa dapat menengok kesehatan bumi walaupun hanya sekitar Solo,
namun telah banyak kasus alih fungsi lahan yang terjadi.
4. Peneliltian
dan pengamatan di laboraturium
Sebagai mahasiswa baru, penelitian dan
pengamatan setiap minggu merupakan suatu hal yang baru. Sudah banyak pengamatan
dan penelitian yang dilakukan dalam loboraturium, setiap minggunya dan objek
yang di amati pasti berbeda. Ada salah satu pengamatan mengenai materi
prokariotik dan eukariotik, dimana mahasiswa diwajibkan mengambil air dari
sumber yang berbeda, yaitu air sungai, air kolam, air danau. Melalui pengamatan
menggunakan mikroskop ditemukan beberapa mikroorganisme yang dapat membahayakan
kesahatan seperti, Paramecum caudatum. Paramecium caudatum sendiri
adalah mikroorganisme yang menjadi indikator terjadinya pencemaran air. Melalui
kegiatan ini mahasiswa dapat melihat secara nyata adanya pencemaran yang
terjadi.
5. Mendorong
mahasiswa untuk dapat menghasilkan inovasi dengan konsep berkelanjutan
Para dosen dari Pendidikan Biologi
mendorong dan memotivasi mahasiswa-mahasiswanya agar dapat menciptakan inovasi
yang menerapkan konsep berkelanjutan. Mahasiswa dimotivasi untuk dapat
mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa (PKM), pada tahun 2019 ada dua proposal yang
lolos PKM yang mengusung konsep berkelanjutan yaitu “PESDAYA (Pestisida Daun Pepaya) sebagai Alternatif
Permasalahan Pertanian Pepaya di Kabupaten Boyolali”. Propossal ini ditulis
oleh Kusnia Patmawati, Resia Purniati, Dian Rizki Kusuma Amalia, dan Dwi Retno
Ningsih.. Proposal kedua, “Planting For The Future Pengenalan Program
Penghijauan Sebagai Perwujudan Aksi Terhadap Iklim”. Proposal ini ditulis oleh
Ika Indrayani dan Nira Luthfiana Prima.
Proposal
pertama mengusung mengenai pestisida organic dengan memanfaatkan daun pepaya
yang lebih ramah lingkungan dibandigkan pestisida kimia yang dapat
mengakibatkan pencemaran tanah, apabila digunakan tanpa takaran khusus. Proposal
ini adalah proposal kewirausahaan, sehingga selain memberikan inovasi
penggunaan pestisida, proposal ini juga dapat mengembagkan kemampuan mahasiswa
dalam berwirausaha. Proposal kedua mengusung permaslahan perubahan iklim yang
saat ini terjadi, dan penanggulangannya.
Selain
mengkuti lomba pada PKM, mahasiswa Pendidikan Biologi juga aktif berpartisipasi
dalam perlombaan penulisan ilmiah yang diadakan oleh universitas-uiversitas lain.
Pada tahun 2019 ini, mahasiswa Pendidikan Biologi memenangkan perlombaan yang
diadakan oleh Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan lomba yang bertajuk Biology Science Project Ideas Competition
(BIOSPEC). Judul tulisan yang berhasil memenangan perlombaan tersebut adalah BW-hunter
(type:Pd.01): Biodekolorisasi Limbah Batik Cair di Laweyan, Surakarta. Ide
ini dicetuskan oleh dua mahasiswa Pendidikan Biologi yaitu Feni Andriani
(Angkatan 2016) dan Nurul Faiqoh (Angkatan 2015).
Melalu
pendidikan daya manusia akan lebih berkualitas, pola pikir dan sudut pandang
menjadi lebih holistik. Perubahan inilah yang dapat diamanfaatkan dalam
penerapan konsep keberlanjutan yang akan menjadi kunci dalam penanggulangan
keruskakan-kerusakan lingkungan, sosial dan ekonomi yang terjadi di bumi ini.
Daftar Pustaka
Rahman, A., Heryanti, L. M., & Ekanara, B. (2019).
Pengembangan Modul Berbasis Education for Sustainable Development pada Konsep
Ekologi untuk Siswa Kelas X SMA. JURNAL EKSAKTA PENDIDIKAN (JEP)
Sutanto, H. P. (2017). Education for Sustainable
Development Situations in the West Nusa Tenggara Province. Jurnal Cakrawala
Pendidikan, 36(3).
Tristananda, P. W. (2018). Membumikan Education For
Sustainable Development (Esd) di Indonesia dalam Menghadapi Isu–Isu Global.
Purwadita: Jurnal Agama dan Budaya, 2(2), 42-49.

Komentar
Posting Komentar